Langsung ke konten utama

Series Review : The One (Netflix) Ilmuwan Jenius, Ambi, Bucin & Psycho.

Saat-saat gabut ini mari kita isi dengan nonton Netflix dan tidak lupa untuk membuat reviewnya...😃
Nah, serial kali ini yang mau aku review yaitu The One, kalo gak salah baru beberapa hari lalu tayang di netflix yaaaa... jadi ini masih baru banget nih. Serial The One ini terdiri dari 8 episode dengan durasi 1 episode nya yaitu kurang lebih 40 menit. Gak begitu lama yaaa jadi gak akan bikin cepat bosan.


Buat para serial hunter yang doyan genre sci-fi tapi suka crime plus bumbu - bumbu romance nya ini cocok banget buat nemenin weekend kalian. The One ini berlatar di London dengan alur ceritanya maju mundur jadi akan ada flashback-flashback yang muncul yang menjadi clue dari cerita ini. 

Menceritakan tentang Rebecca Webb (Hannah Ware) dan James Whiting (Dimitri Leonidas) mereka berdua adalah ilmuwan yang meneliti bahwa kita bisa mencari 'jodoh' kita dengan hasil DNA kita.. Hmm menarik banget yaaaa...kebayang gak sih kalo ini beneran ada...? Haha...😀 
Awalnya metode ini diteliti oleh James kepada semut dan Rebecca sahabatnya berpikir apakah bisa diterapkan kepada manusia? Kemudian mereka mencari tahu dengan membuktikan sendiri keberhasilan riset mereka tersebut dan jika berhasil tentunya mereka akan merubah dunia dan menjadi orang yang sangat kaya raya dan sukses tentunya.


Tapi ide ini tidaklah mudah untuk dilakukan karena banyak yang harus dipersiapkan untuk mendukung keberhasilan dan juga membuktikannya sendiri. Salah satunya adalah mereka harus memiliki sample DNA banyak orang untuk membuktikannya. Rebecca dan James mempunyai sahabat lain juga yang bernama Ben Naser (Amir El Masry) yang tinggal satu rumah dengan Rebbeca, Ben diketahui menyimpan perasaan ke Rebbeca namun Rebecca tidak membalas perasaan Ben. Ben bekerja di salah satu perusahaan yang ternyata menyimpan data DNA manusia dalam jumlah banyak. Tentunya hal ini sangat menggoda Rebecca untuk mendapatkannya. 



Rebecca yang ternyata mempunyai sifat licik dan ambisius at the same time, berpikir untuk mencuri data tersebut dari komputer Ben. Yang akhirnya menimbulkan kejadian tidak terduga. Mereka bertengkar hebat dengan Ben yang mengakibatkan terbunuhnya Ben secara tidak sengaja. Ada plot twist gak diduga - duga ternyata dibalik ketidaksengajaan ini di akhir episodenya loh... 

Oh ya balik lagi nih ke percobaan pembuktian bahwa ini bisa diterapkan ke manusia, Rebecca sendiri yang mencoba DNA nya dan akhrinya dia mengetahui siapa 'match'nya. Disini Rebecca akhirnya bertemu dengan Matheus, yang dinyatakan sebagai 'pasangan'nya. Matheus tinggal di Tenerife, suatu daerah dengan pantai yang indah, Matheus tinggal bersama adik satu-satunya yang sangat disayangi yaitu Fabio. 
 


Hasilnya gimana guys? Apakah terbukti....? Tentu iya!! 😅
Disini yang dirasakan sama Rebecca ke Matheus itu seperti udah gak asing satu sama lain dan seperti udah mengenal lama, tentunya mereka saling jatuh cinta, disini Matheus belum tahu kalo mereka ternyata 'dipasangkan'. Kemudian Rebecca mengajak Matheus untuk ikut ke London karena Rebecca juga harus mensukseskan penemuan mereka itu ke dunia kan. Tapi ternyata ga semudah itu, adiknya Matheus, Fabio gak mau mereka pergi dari situ. Rebecca bimbang, dia sangat ingin tinggal dengan Matheus dan membuang semua mimpinya tapi Rebecca gak mau mengorbankan kesuksesannya itu akhirnya memilih kembali ke London bareng James dan mulai gerak supaya Project The One itu bisa segera diluncurkan secara resmi. 

Muncul ke Publik Rebecca tidak memberi tahu bahwa sebenarnya Matheus lah 'pasangannya', tapi Rebecca malah memperkenalkan Ethan yang sebenarnya adalah seorang Gay dan juga mempunya pasangannya sendiri. 

Setelah The One ini dibuktikan sama Rebecca ternyata udah banyak yang bertemu 'pasangannya" menggunakan The One ini dengan mengirimkan bagian tubuhnya misalnya Rambut untuk diperiksa DNA nya kemudian dicari siapa pasangannya.

Namun ternyata project The One ini juga menimbulkan masalah, karena ternyata banyak yang akhirnya bercerai dari suami/istrinya saat ini karena akhirnya mereka bertemu 'pasangannya' melalui The One. Namun ternyata ada juga loh yang lebih memilih istrinya dan tidak memilih orang yang sudah dipasangkan ini, tentunya bikin sakit hati orang yang seharusnya jadi pasangannya ini dong. Cinta segitiga dimana-mana. Selain dicintai karena membantu banyak orang bertemu cinta sejatinya, Rebecca juga dibenci karena menghancurkan rumah tangga banyak orang. 


Di tempat lain ada perempuan bernama Hannah yang sudah menikah dengan suaminya Mark, Hannah gelisah memikirkan The One, dia mencintai Mark tapi Hannah penasaran, alih-alih penasaran siapa pasangannya sebenarnya, Hannah malah penasaran siapa sih pasangan Mark? Jujur, ini salah satu part nyebelin dan bikin bete sih... 😕 karena ya buat apa dia tahu pasangan Mark? Disini diceritakan Mark itu suami yang baik banget dan gak macem-macem, truly loves Hannah...


Akhirnya Hannah tau siapa pasangan Mark dan add akun Facebooknya, jadi temennya plus ketemuan sama cewek itu namanya Megan. Ternyata diluar dugaan, Megan itu cantik banget, Hannah yang pikirannya berlebihan mulai mikir-mikir kalo Mark ketemu Megan pasti banget Mark bakal berpaling dari dia. Hidupnya Hannah makin ga tenang. Which is nyebelin, dia sendiri yang bikin ulah. 😒


Trus akhirnya Megan ketemu gak sama Mark? Ketemu lah, dan sebenernya gara-gara Hannah juga. Lawak sih sebenernya kelakuan Hannah ini tapi bener-bener nyebelin bangettttt..... Trus Mark pilih siapa yaaaa?? Tonton aja deh....😀

Kasus kematian Ben Naser beberapa tahun kemudian mulai terkuak, karena Ben diketahui hilang udah kurang lebih 2 tahun. Ada dua detektif yang mengusut kasus ini yaitu Kate dan Nick yang akhirnya mereka mendapatkan petunjuk kalo Rebecca dan mungkin James terlibat dalam kematian Ben ini. 


Di sini akan diperlihatkan kelicikan Rebecca yang lama-lama kok kaya orang psycho yessss... karena dia ga segan-segan 'ngerjain' orang yang mau menjatuhkan dia, melukai bahkan membunuh orang tersebut. Salah satunya James sahabatnya sendiri yang ternyata udah setahun mengundurkan diri dari The One walaupun sahamnya masih ada disana. James keliatan gak mau terlibat sama Rebecca yang ambisiusnya kebangetan. 

Kate, detektif yang nyelidikin kasus Ben ini ternyata juga ikut The One ini. Dia dipertemukan sama pasangannya yang bernama Sophia. Ada kendala saat mereka akhirnya mau ketemuan, karena Sophia tinggal di Barcelona, dan Sophia nyamperin Kate ke London. Sophia kecelakaan sampai koma yang akhirnya ketahuan ternyata Sophia udah nikah sama perempuan lain, dan kejadian itu juga bikin Kate ketemu sama Kakak laki -laki dan ayahnya Sophia. There's another plot twist about them. Just watch it....



Ending dari The One ini cukup bikin penasaran, kasus Ben terungkap jelas, walaupun ada hal-hal yang masih gantung yang menandakan kayanya akan ada season 2 nya. Bener-bener kepo banget apa bener akan ada season 2 nya? Dan semoga aja sih iyaaa... 😀😀

Selain cerita, yang aku suka dari series ini adalah style nya Rebecca yang simple, minimalist tapi keliatan berkelas banget.... setelan blazer dengan warna - warna netral yang modis banget. 



Tokoh yang paling aku suka dari the whole story ini ada James karena orangnya masih bisa mikir waras dan gak ambi dengan berbagai resiko, walaupun dia masih gak mau jujur sih sama kasus Ben. Trus ada Detektif Kate yang berani banget walaupun udah berapa kali 'diancam' sama Rebecca untuk gak ganggu dia, tapi tetep konsisten menyelesaikan kasus Ben. Terakhir lumayan suka sama Connor (btw gak diceritain dari awal dia siapa, dia ini bodyguard nya Rebecca, setia banget sama Rebecca, walaupun Rebecca kejam tapi Connor juga masih bisa waras wkwk), dan Megan, karena dia sabar banget udah disakitin sama Hannah dan Mark trus kepo banget sama pembalasan dari dia buat Hannah (masih gantung dia akhir episodenya). 

Tokoh ngeselin yaitu Hannah udah. Kayanya selama nonton The One paling gak bisa mentolelir kelakukan dia yang gak masuk akal sih wkwk. Trus dia dengan entengnya minta maaf sama Megan, dan alasan dia kepengen tau 'pasangannya' Mark itu bener-bener gak masuk akal. I think she's crazy and obssesed with her husband. 😒😒

That's it... Review The One yang bisa kalian tonton di Netflix dengan 8 episode. Thanks for reading my review. See you on another review from me.... Byee...😊😊😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Luxcrime Ultra Light Lip Stain (All shades!!!)

Sebagai anak Lip Cream Matte , aku tuh bukan anak Lip Tint banget!! Alasannya? Simply , karena warna asli bibir aku bukan yang cantik natural sejak lahir gitu alias pink merona 😞 walaupun bukan yang gelap tapi tuh cukup pucet kalo gak pake apa-apa. Kalo ngaca sih aku seram sendiri ngeliatnya klo lagi bare lips . Soalnya kaya ngeliat diri sendiri yang tengah sakit dan perlu dibawa ke UGD.😨😔 Nah, tapi belakangan ini, ditengah gempuran lip product yang semakin bersaing kualitasnya dan harganya. Akhirnya aku kepikiran untuk cobain Lip Tint . Itupun galau sana sini, karena sebelumnya aku pernah cobain korean lip tint   dari Peripera yang Velvet Tint tapi kurang cocok sama visi misiku soal lip product . Hihi...😝  So, akhirnya aku hibahkan ke anak temenku (loh kok malah jadi meracuni lip product ke anak kecil sih??) 😅 Okay, jadi lip tint yang ada dibayanganku itu HARUS yang : Warnanya tetep cantik walaupun dipakai di bibir yang aslinya gak pink (gelap or pucet). Terkadang li...

Rapat Kerja 2022 : Ganti Kurikulum Lagi.

Tahun 2010 adalah pertama kalinya aku terjun ke dunia pendidikan. Yang mana, sepertinya ini pengalaman yang cukup langka (Khususnya pada saat itu). Lulusan Keperawatan jadi guru SMK? Setiap ditanya orang - orang.  "Kerja dimana?" "di SMK" "oh guru ya? guru apa?" "guru keperawatan" Setelah itu lanjutannya bisa panjang sekali, dengan kondisi orang yang bertanya kebingungan dan aku harus menjelaskan dengan sedetail-detailnya. 😅 Singkat cerita, pertengahan tahun pelajaran 2014/2015 aku dipercaya untuk lebih mendalami mengenai Kurikulum Sekolah. Hal yang sangat baru untukku dan tentu saja asing dan tak terpikirkan aku akan mendapatkan kesempatan itu seumur hidupku. 😩 Selama aku mempelajari mengenai Kurikulum, saat itu baru saja diterapkan Kurikulum 2013, yang sebelumnya yaitu Kurikulum KTSP 2006.  Sejauh yang aku tahu, berganti Kurikulum merupakan suatu hal yang tantangannya sangat besar. Aku, yang sama sekali tidak mempunyai background pendidikan t...

Jakarta X Beauty 2022

Jakarta X Beauty adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Female Daily Network. Tahun 2022 ini adalah keempat kalinya Jakarta x Beauty diselenggarakan. Sempat vakum 2 tahun karena pandemi Covid 19, comeback nya JxB 2022 ini ternyata sangat diluar dugaan ramainya.  Aku sebagai salah satu pengunjung tetap JxB ini cukup dibuat terkejut dengan event JxB tahun ini, ya betul ini keempat kalinya aku hadir di JxB.  Aku ingat betul, tahun 2017 itu JxB pertama kalinya dilaksanakan. Saat itu, aku masih baru-barunya tertarik dengan dunia beauty. Masih baru-barunya juga kenal dengan Female Daily dan langsung jadi reviewer aktif di aplikasinya.  Saat itu, JxB tidak seramai sekarang, haha sangat jauh berbeda. Bahkan, boleh dibilang sepi, jika dibandingkan. Sepi dalam artian bukan sepi pengunjung, tetap ramai tapi stabil, kita bisa berkunjung ke booth booth tanpa berdesak-desakan karena ramai, bisa nyaman melihat-lihat dan foto-foto tanpa antri. 😅 Tahun 2018, kedua kalinya aku ke ...