Langsung ke konten utama

Rapat Kerja 2022 : Ganti Kurikulum Lagi.

Tahun 2010 adalah pertama kalinya aku terjun ke dunia pendidikan. Yang mana, sepertinya ini pengalaman yang cukup langka (Khususnya pada saat itu). Lulusan Keperawatan jadi guru SMK?

Setiap ditanya orang - orang. 

"Kerja dimana?"

"di SMK"

"oh guru ya? guru apa?"

"guru keperawatan"

Setelah itu lanjutannya bisa panjang sekali, dengan kondisi orang yang bertanya kebingungan dan aku harus menjelaskan dengan sedetail-detailnya. 😅

Singkat cerita, pertengahan tahun pelajaran 2014/2015 aku dipercaya untuk lebih mendalami mengenai Kurikulum Sekolah. Hal yang sangat baru untukku dan tentu saja asing dan tak terpikirkan aku akan mendapatkan kesempatan itu seumur hidupku. 😩

Selama aku mempelajari mengenai Kurikulum, saat itu baru saja diterapkan Kurikulum 2013, yang sebelumnya yaitu Kurikulum KTSP 2006. 

Sejauh yang aku tahu, berganti Kurikulum merupakan suatu hal yang tantangannya sangat besar. Aku, yang sama sekali tidak mempunyai background pendidikan tentu saja selalu kewalahan jika menyangkut pergantian Kurikulum. Kurikulum 2013 yang kami jalani dengan berbagai revisi dan perbaharuan setiap tahunnya. 

Sejak pandemi Covid 2019, Kurikulum 2013 seketika perlu dikaji ulang dan dibahas lebih lanjut menyesuaikan kondisi saat itu yang mana pembelajarannya dilaksanakan secara online.

Dengan segala keterbatasan untuk mencapai Kompetensi Dasar dan hal - hal lainnya dalam pembelajaran, dibuatlah Kurikulum Darurat yang mana ini menjadi dasar dan salah satu yang melatarbelakangi munculnya Kurikulum Merdeka yang WAJIB diberlakukan di Tahun Pelajaran 2022/2023.

Awalnya... aku cukup ovethinking dengan adanya Kurikulum Baru/Kurikulum Merdeka ini. 😫😫

Lagi dan lagi untuk kesekian kalinya aku harus belajar lagi, aku harus menjadi yang lebih paham lebih dulu di lingkungan Sekolahku dibanding yang lainnya. Aku merasa bebanku bertambah lagi, disaat baru saja enjoy menerapkan Kurikulum 2013 dan pembiasaan - pembiasaannya. 

Sampai pada akhirnya, aku mengikuti Pelatihan Kurikulum Merdeka di SMKN 63 yang dilaksanakan saat bulan Ramadhan. Pada saat itu, aku uring-uringan... karena kenapa sih harus saat puasa? Haha...

Hari terakhir penutupan dengan narasumber terakhir yang memberikan materi, mataku tidak bisa mengantuk seperti hari sebelumnya, mulutku tak henti-henti tersenyum dan tertawa serta sesekali nyeletuk ucapan dari Pembicaranya. Waw, ini adalah penutup yang sangat berkesan dari rangkaian Pelatihan selama 3 hari tersebut. Akhirnya Pengawas Sekolah menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka Wajib dilaksanakan untuk tahun ajaran baru besok.

Hari demi hari dilalui, penerapan Kurikulum Merdeka juga semakin dekat. Rapat Kerja yang dilaksanakan di Sekolah kembali mengundang Pembicara yang sebelumnya menjadi Pembicara di Pelatihanku di SMKN 63. 

Aku yang sebelumnya selalu skeptis dan sinis dengan perubahan Kurikulum, namun tidak saat ini. Menurutku Kurikulum Merdeka dibuat memang untuk memperbaiki Kurikulum sebelumnya. Tentu saja pasti ada tantangan - tantangan yang akan dihadapi pada guru mulai dari belajar lagi dari awal, memahami yang pasti membutuhkan waktu bertahun-tahun dan kemungkinan terakhir adalah Kurikulum Merdeka nantinya juga akan dikembangkan lagi dengan Kurikulum yang lebih baik.

Prinsip Kurikulum Merdeka ini salah satunya adalah menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Aku rasa ini sangat cocok dengan apa yang aku pahami mengenai Pendidikan sejauh ini. Belajar memang lebih asik, seru dan menyenangkan jika dijalani dengan perasaan senang, bukan ketegangan dan ketakutan.

Bukan berarti selama ini aku sempurna menerapkan itu, tentu saja sesekali aku masih belum bisa mengendalikan emosi dan mengendalikan suasana kelas jika tidak seperti yang direncanakan. Namun, sejauh yang aku sadari, dengan Kurikulum Merdeka ini semakin memotivasi aku untuk menjadi guru yang lebih Praktis, Kreatif dan juga Inovatif dengan menebarkan perasaan senang, bahagia dan aman kepada Peserta Didik. Itu semua sekaligus, menjadi salah satu harapanku mulai tahun ini. 

So, Rapat kerja 2002, ganti Kurikulum lagi? Gasss lahhhh....Gak Masalah!😁😁😁😆😆😆



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Luxcrime Ultra Light Lip Stain (All shades!!!)

Sebagai anak Lip Cream Matte , aku tuh bukan anak Lip Tint banget!! Alasannya? Simply , karena warna asli bibir aku bukan yang cantik natural sejak lahir gitu alias pink merona 😞 walaupun bukan yang gelap tapi tuh cukup pucet kalo gak pake apa-apa. Kalo ngaca sih aku seram sendiri ngeliatnya klo lagi bare lips . Soalnya kaya ngeliat diri sendiri yang tengah sakit dan perlu dibawa ke UGD.😨😔 Nah, tapi belakangan ini, ditengah gempuran lip product yang semakin bersaing kualitasnya dan harganya. Akhirnya aku kepikiran untuk cobain Lip Tint . Itupun galau sana sini, karena sebelumnya aku pernah cobain korean lip tint   dari Peripera yang Velvet Tint tapi kurang cocok sama visi misiku soal lip product . Hihi...😝  So, akhirnya aku hibahkan ke anak temenku (loh kok malah jadi meracuni lip product ke anak kecil sih??) 😅 Okay, jadi lip tint yang ada dibayanganku itu HARUS yang : Warnanya tetep cantik walaupun dipakai di bibir yang aslinya gak pink (gelap or pucet). Terkadang li...

Jakarta X Beauty 2022

Jakarta X Beauty adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Female Daily Network. Tahun 2022 ini adalah keempat kalinya Jakarta x Beauty diselenggarakan. Sempat vakum 2 tahun karena pandemi Covid 19, comeback nya JxB 2022 ini ternyata sangat diluar dugaan ramainya.  Aku sebagai salah satu pengunjung tetap JxB ini cukup dibuat terkejut dengan event JxB tahun ini, ya betul ini keempat kalinya aku hadir di JxB.  Aku ingat betul, tahun 2017 itu JxB pertama kalinya dilaksanakan. Saat itu, aku masih baru-barunya tertarik dengan dunia beauty. Masih baru-barunya juga kenal dengan Female Daily dan langsung jadi reviewer aktif di aplikasinya.  Saat itu, JxB tidak seramai sekarang, haha sangat jauh berbeda. Bahkan, boleh dibilang sepi, jika dibandingkan. Sepi dalam artian bukan sepi pengunjung, tetap ramai tapi stabil, kita bisa berkunjung ke booth booth tanpa berdesak-desakan karena ramai, bisa nyaman melihat-lihat dan foto-foto tanpa antri. 😅 Tahun 2018, kedua kalinya aku ke ...