Langsung ke konten utama

Jakarta X Beauty 2022

Jakarta X Beauty adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Female Daily Network. Tahun 2022 ini adalah keempat kalinya Jakarta x Beauty diselenggarakan. Sempat vakum 2 tahun karena pandemi Covid 19, comeback nya JxB 2022 ini ternyata sangat diluar dugaan ramainya. 
Aku sebagai salah satu pengunjung tetap JxB ini cukup dibuat terkejut dengan event JxB tahun ini, ya betul ini keempat kalinya aku hadir di JxB. 
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1LeFWTeEk3ThgjIQLaTMmH4uaUN4S5mo9https://drive.google.com/uc?export=view&id=1ydwk0BcIg1Gw2VFa7biQBEDeK9cBdTiW

Aku ingat betul, tahun 2017 itu JxB pertama kalinya dilaksanakan. Saat itu, aku masih baru-barunya tertarik dengan dunia beauty. Masih baru-barunya juga kenal dengan Female Daily dan langsung jadi reviewer aktif di aplikasinya. 
Saat itu, JxB tidak seramai sekarang, haha sangat jauh berbeda. Bahkan, boleh dibilang sepi, jika dibandingkan. Sepi dalam artian bukan sepi pengunjung, tetap ramai tapi stabil, kita bisa berkunjung ke booth booth tanpa berdesak-desakan karena ramai, bisa nyaman melihat-lihat dan foto-foto tanpa antri. 😅
Tahun 2018, kedua kalinya aku ke JxB, disini sudah sangat jauh berbeda dengan tahun 2017, peminat dunia beauty semakin banyak. Masuk ke dalam pun ternyata sampai membentuk antrian panjang yang mana ini berlanjut sampai ke tahun 2019.
Yang biasanya aku cukup waktu 1 hari saja untuk ke JxB, sekarang sudah tidak cukup lagi. Paling tidak 2 hari, karena booth dan produk yang semakin banyak membuat kita akan cukup bingung dan lelah.
Di tahun 2022 ini aku datang ke JxB bersama beberapa teman, which is good tapi harus buat strategi supaya tidak banyak waktu terbuang sia-sia. 
Kira-kira begini strateginya, hari pertama menghapal lokasi booth dan juga melihat-lihat semacam survey produk juga, yg paling banyak diskon dan yang sekiranya antrinya tidak begitu panjang. 😅 dilanjutkan mungkin sesekali menonton stage jika tamu pembicaranya adalah influencer yang disukai. Kemudian baru mulai berbelanja, sepertinya bisa 3-4 booth yang akan kita datangi untuk belanja. Namun, Sepertinya tidak bisa begitu banyak karena aku membawa goodie bag yang sudah ada freebies dari Female Daily membuat tas yang kubawa sudah telanjur berat sedangkan belanja saja belum. 🥹
Hari ke 2, mulai fokus membeli apa yang benar-benar ingin dibeli dan belum didapatkan kemarin. Jika datang bersama teman, baiknya memang pisah atau masing-masing jika list barang yang mau dibeli berbeda karena akan membuang waktu jika kita ikut antri dengan teman padahal kita tidak membeli produk yang sama. Nanti bisa janjian bertemu lagi jika ada booth yang sama atau ingin istirahat, makan siang dan shalat. 
Seperti inipun aku belum sempat foto-foto karena memang ramai dan kadang tidak terpikirkan, atau saat sepi tapi sedang keliling sendiri jadi untuk foto-foto diurungkan dulu. Walaupun begitu aku masih sempat kemarin beberapa kali kesempatan untuk mengambil foto khususnya di booth Pond’s karena aku menjadi peserta di stage dengan bintang tamu Tasya Farasya maka itu menjadi salah satu SOW kegiatan tersebut.

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1ikaFsJ_Y3ZEAEvu78VcUnhxT6NNY2KVghttps://drive.google.com/uc?export=view&id=14V9ALQMMHuP1IRNQ9JTYpZrBtPREN0Fohttps://drive.google.com/uc?export=view&id=14OdOJrWAcmbzx0QnG3GbYJSC8_j8aU2Ihttps://drive.google.com/uc?export=view&id=1ayCe59lTPRWCti1DLvgFW2CVaeJW4wak

Dikarenakan semakin sore akan semakin ramai, maka sepertinya waktu ideal berada di JxB hanya sampai sebelum maghrib saja. Setelah itu, lebih baik rencana pulang, karena bisanya setelah jam tersebut jumlah orang semakin banyak, ramai dan berdesak-desakan tak terkendali. 
Nah, tahun ini sebenarnya sangat berbeda dengan tahun 2019 sebelumnya. Tahun ini diadakan di JCC hall A dan Hall B yang mana sebeneranya lokasi ini JAUH lebih luas daripada tahun sebelumnya namun ternyata tetap saja SANGAT RAMAI DAN BERDESAK-DESAKAN. Bahkan, berjalan saja susah :( khususnya di booth yang memang ramai. 
Ini membuktikan bahwa antusias terhadap event JxB ini sangat luar biasa. Sebagai member aktif Female Daily aku cukup bangga. Karena tiap tahunnya Female Daily semakin dikenal, semakin sukses dan juga semakin inovatif. 
Tahun depan pun aku sudah merencanakan strategi dengan teman-temanku agar lebih maksimal dan bisa memanfaatkan waktu dengan baik. 😂😂

Ohya… selain belanja-belanja lucu dan mungkin aku tidak akan belanja-belanja lagi sampai tahun depan karena sudah stock banyak dari JxB 2022. 
Di JxB tahun ini aku mendapatkan “pelajaran berharga” 🙂
Kita tidak boleh terlalu mengutuk, membenci dan mengumpat berlebihan atas kesusahan yang sedang kita alami. Lalu, ketika kita pikir ada jalan yang mudah, kita menyesali jalan yang kita ambil sebelumnya yang membuat kita susah. Tetap bersyukur dan jadikan pelajaran untuk kedepannya. Karena kemudahan yang kita pikirkan belum tentu tidak ada rintangannya. 🥹🥹 

Untuk ke JXB ini aku memutuskan untuk naik kereta dan MRT bersama dengan salah satu temanku, namanya Momo. Oh ya Aku kenal Momo kira-kira sejak tahun 2010 atau 2011an. Tapi, percaya tidak? Aku baru pertama kali bertemu dengan Momo ya pada acara ini. 😁 Karena aku kenal Momo dari twitter, dulu Momo kuliah di Jogja, jadi kita berjauhan. Dulu kita bisa kenal karena kita sama-sama suka dengan FC Barcelona. Yaaa kira kira begitu cerita singkatnya. 
Di hari kedua aku janjian dengan teman kerja. Kemudian temanku yang lain yang juga datang di hari pertama mengajakku untuk naik motor. Tapi aku menolak dengan alasan badanku agak lelah karena minggu-minggu yang padat di sekolah. Intinya, aku ke JCC naik kereta kemudian MRT.
Aku tidak terpikir kalau pulang dari JxB adalah tantangan lainnya setelah tantangan berdesak-desakan di dalam JCC. Aku dan temanku rencana naik grabcar tapi ternyata tidak ada yang mau ambil dan kita memutuskan untuk naik goride/grabike masing-masing. Di luar dugaanku ternyata aku juga susah mendapatkan grabike ke stasiun. Karena memang, disana sangat ramaiiiii sekali. Singkatnya aku kesulitan mencari transportasi untuk pulang dan transit di stasiun Manggarai adalah hal melelahkan lainnya setelah aku jg sangat kelelahan di JCC 😫😫

Akhirnya aku pulang dengan perasaan kesal, menyesali keputusanku yang tidak mau naik motor ke JCC. Pada saat itu juga aku memutuskan untuk besoknya ke JCC naik motor. Jadi aku janjian dengan temanku yang memang sudah membawa motor sejak hari pertama. 
Aku sudah membayangkan hari kedua ini akan JAUH lebih mudah. Aku tidak perlu memikirkan transportasi pulang karena aku membawa motor sendiri. Dan sepanjang hari itu aku sibuk membodoh-bodohi diriku, menyesali kenapa kemarin aku memilih naik kereta dan MRT. 🙂 disitulah puncaknya, mungkin Allah marah kepadaku karena tidak bersyukur. 

Setengah perjalanan pulang semuanya lancar. Tapi…. Aku mendapatkan sedikit “teguran”. Tiba-tiba saja ban motorku bocor. Untungnya, ada orang yang memberitahuku, karena aku sama sekali tidak menyadari kondisi itu. Tapi situasinya sungguh sulit karena aku berada di tengah-tengah kemacetan dan jalan yang sedang diperbaiki, sehingga aku kesulitan mencari tepi jalan untuk aku berhenti, sampai kondisi ban motorku cukup parah dan aku tidak bisa lanjut lagi dan harus menepi. 

Lalu, aku menghubungi temanku. Kemudian dia menghampiriku untuk bertukar motor. Disitu aku sangat bersyukur mempunyai teman yang sangat baik mau menolongku. Terima kasih untuk Iis yang mau direpotkan malam itu. 😭😭 
Tidak jauh dari tempat kejadian, ada tempat tambal ban, akhirnya motorku berhasil diperbaiki bannya dan bisa dipakai lagi. Dan bisa melanjutkan perjalanan pulang walaupun dengan hati tak tenang karena masih parno sepanjang jalan bertanya-tanya “apakah ban motorku benar-benar sudah baik baik saja?” 😞

Disini aku benar-benar malu dan menyesal, ternyata yang aku pikir akan mudah, tetap saja aku menemui kendala diperjalanan. Aku yang menganggap naik kereta dan naik MRT adalah hal yang membuatku repot tapi ternyata membawa kendaraan sendiripun aku masih mungkin akan mendapatkan kendala.
Aku tidak sepantasnya kesal berlebihan terhadap sesuatu yang membuatku sulit namun sebenarnya tidak sesulit itu dan aku masih bisa melaluinya. 
Dan aku malah menjadi sombong dan jumawa ketika aku merasa “oh kenapa gak naik motor aja ya kemarin, semudah ini loh, gak repot dan praktis” yang ternyata tidak semudah yang dipikir juga. 

Hmmm… Jakarta x Beauty 2022 ku sungguh berkesan sekali ya ternyata. 
Pertama, aku bisa bertemu teman lama yang selama ini hanya kenal lewat dunia maya saja. Akhirnya bisa bertemua di real life. Yeayyyy.
Kedua, ya kejadian motor ini. Haha…
Tapi aku senang karena aku mendapatkan pelajaran berharga untuk lebih menghargai sesuatu walaupun hal kecil, walaupun jalannya tidak mudah. Karena yang kita anggap mudah belum tentu akan benar-benar mudah. Karena tantangan itu selalu ada. Kesulitan itu ada untuk mengajarkan kita hal-hal seperti ini. Sederhana tapi bermakna. 


NB : bonus foto Refal Hadi alias Mas Bian yang sedang dikerubungi fans. 😂😂
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1FpUW1evXoqSZNyVwCyfhjWuutaNLLLwv

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Luxcrime Ultra Light Lip Stain (All shades!!!)

Sebagai anak Lip Cream Matte , aku tuh bukan anak Lip Tint banget!! Alasannya? Simply , karena warna asli bibir aku bukan yang cantik natural sejak lahir gitu alias pink merona 😞 walaupun bukan yang gelap tapi tuh cukup pucet kalo gak pake apa-apa. Kalo ngaca sih aku seram sendiri ngeliatnya klo lagi bare lips . Soalnya kaya ngeliat diri sendiri yang tengah sakit dan perlu dibawa ke UGD.😨😔 Nah, tapi belakangan ini, ditengah gempuran lip product yang semakin bersaing kualitasnya dan harganya. Akhirnya aku kepikiran untuk cobain Lip Tint . Itupun galau sana sini, karena sebelumnya aku pernah cobain korean lip tint   dari Peripera yang Velvet Tint tapi kurang cocok sama visi misiku soal lip product . Hihi...😝  So, akhirnya aku hibahkan ke anak temenku (loh kok malah jadi meracuni lip product ke anak kecil sih??) 😅 Okay, jadi lip tint yang ada dibayanganku itu HARUS yang : Warnanya tetep cantik walaupun dipakai di bibir yang aslinya gak pink (gelap or pucet). Terkadang li...

Rapat Kerja 2022 : Ganti Kurikulum Lagi.

Tahun 2010 adalah pertama kalinya aku terjun ke dunia pendidikan. Yang mana, sepertinya ini pengalaman yang cukup langka (Khususnya pada saat itu). Lulusan Keperawatan jadi guru SMK? Setiap ditanya orang - orang.  "Kerja dimana?" "di SMK" "oh guru ya? guru apa?" "guru keperawatan" Setelah itu lanjutannya bisa panjang sekali, dengan kondisi orang yang bertanya kebingungan dan aku harus menjelaskan dengan sedetail-detailnya. 😅 Singkat cerita, pertengahan tahun pelajaran 2014/2015 aku dipercaya untuk lebih mendalami mengenai Kurikulum Sekolah. Hal yang sangat baru untukku dan tentu saja asing dan tak terpikirkan aku akan mendapatkan kesempatan itu seumur hidupku. 😩 Selama aku mempelajari mengenai Kurikulum, saat itu baru saja diterapkan Kurikulum 2013, yang sebelumnya yaitu Kurikulum KTSP 2006.  Sejauh yang aku tahu, berganti Kurikulum merupakan suatu hal yang tantangannya sangat besar. Aku, yang sama sekali tidak mempunyai background pendidikan t...