Langsung ke konten utama

Movie Review : ADRIFT (TRUE STORY MOVIE)


Haloooooo haiiiiiiiiiiii....

Kali ini aku akan mereview film yang berjudul “Adrift”. Film ini release sekitar bulan Agustus 2018 dengan rating di imdb sebesar 6.6 and for me it’s not really bad to watch. Genre film ini menurutku lebih ke adventure ditambah dengan sedikit drama and romance yang menyayat hati and oh.... it’s true story by the way... so, yeah it’s recomended to watch.


Sesuai dengan judulnya “Adrift” yang kalo ditranslate artinya “terapung – apung” memang menceritakan tentang orang yang terapung – apung dilautan. Okay langsung aja ya ke ceritanya....

Film ini dibintangi oleh 1 aktor dan 1 aktris yang namanya pasti udah sering kalian dengan di perfilm-an hollywood, yaitu Shailene Woodley (as Tami Oldham) dan Sam Claflin (as Richard Sharp).




Tami dan Richard adalah sepasang kekasih, yang gak sengaja bertemu saat mereka sedang berpetualang. Hmmm... so, intinya Tami adalah cewek petualang, yang selalu keliling dunia dengan cara berlayar, sampe akhirnya dia bertemu dengan Richard tepatnya di Tahiti, yang kurang lebih sama seperti Tami, mereka berdua sangat suka berlayar. But, Richard mempunyai kapalnya sendiri.
Merekapun akhirnya jatuh cinta dan ingin melakukan petualangan ini bersama – sama selamanya.

Sampai suatu hari, Richard bertemu teman lamanya (yang memang jauh lebih tua), mereka berdua meminta tolong kepada Richard untuk berlayar membawa kapal mereka ke California, San Diego. Mereka akan membayar Richard sebesar $ 10.000 sebagai bayarannya.

Richard pun ingin sekali membawa Tami bersamanya. Namun, awalnya Tami tidak setuju karena Tami belum mau pulang ke California (Kebetulan kampung halamannya disana).

Suatu hari Richard dan Tami berkunjung ke Hazana (kapal yang rencananya akan mereka bawa ke California), dan Tami jatuh cinta dengan kapal tersebut dan akhirnya merekapun pergi berlayar dengan kapal tersebut.

Mereka yang sedang sangat bahagianya karena telah dipertemukan satu sama lain dan saling mencintai sangat bahagia dengan perjalanan tersebut. Sampai suatu hari, badai datang dan mereka harus survive dengan keadaan tersebut.
Kapal mereka tenggelam, dengan kondisi setengah hancur.

Tami terbangun dengan terapung – apung didalam kapalnya dan dia tidak menemukan Richard dimanapun.
Bagian tersedihnya adalah, difilm ini diceritakan bagaimana Tami akhirnya berhasil menyelamatkan Richard walaupun dengan kondisi menyedihkan, yaitu kaki terluka dan tulang rusuk patah.
Bersusah payah Tami merawat Richard dan dirinya sendiri, menghidupi mereka berdua dengan susah payah dan kondisi terbatas dikarenakan kapalnya sudah setengah hancur.


Namun, di hari ke 40 terapung – apung dilautan, ternyata Tami selama ini hanya berhalusinasi bahwa Richard hidup, yang sebenarnya Richard memang tidak pernah ditemukan dan diselamatkan olehnya.


Dengan kondisi Tami yang semakin kurus, dehidrasi, lemas dan kulit yang terbakar sinar matahari, di hari ke 41 akhirnya kapal Hazana ditemukan oleh kapal lain.
Akhirnya Tami selamat dan kembali ke Tahiti menempati kapal Richard dan tetap meneruskan petualangannya sampai tua.

Perasaan saya untuk film ini sungguh lengkap, tapi yang paling terasa adalah, bagaimana film ini begitu menyayat hati. Terutama di bagian adegan Tami yang pantang menyerah, Tami yang berusaha menyelamatkan dan merawat Richard, berupaya agar tunangannya tersebut tetap hidup namun ternyata semua itu hanya halusinasi.

Selain menyayat hati, film ini juga mengajarkan bagaimana kita tetap bertahan untuk orang yang kita cintai, terlihat sekali bagaimana Tami berjuang untuk Richard walaupun dia terapung – apung dilautan selama 41 hari, dia berhasil selamat. Kekuatan cinta, yes?? Huaaaaaa it’s romantic, but hurtful.

Untuk akting keduanya, sangat baik dan nyata.... terutama Shailene Woodley, yang udah gak diragukan lagi hampir semua film yang dibintangi sama dia pasti bagussss... Especially, this movie is produced by her. :)

Okay, that’s it.... 8 stars for this movie, because I’m not stingy in giving value for something hehe. That’s what I do for my students too :p
Happy watching everyone, see u on my next blog 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Luxcrime Ultra Light Lip Stain (All shades!!!)

Sebagai anak Lip Cream Matte , aku tuh bukan anak Lip Tint banget!! Alasannya? Simply , karena warna asli bibir aku bukan yang cantik natural sejak lahir gitu alias pink merona 😞 walaupun bukan yang gelap tapi tuh cukup pucet kalo gak pake apa-apa. Kalo ngaca sih aku seram sendiri ngeliatnya klo lagi bare lips . Soalnya kaya ngeliat diri sendiri yang tengah sakit dan perlu dibawa ke UGD.πŸ˜¨πŸ˜” Nah, tapi belakangan ini, ditengah gempuran lip product yang semakin bersaing kualitasnya dan harganya. Akhirnya aku kepikiran untuk cobain Lip Tint . Itupun galau sana sini, karena sebelumnya aku pernah cobain korean lip tint   dari Peripera yang Velvet Tint tapi kurang cocok sama visi misiku soal lip product . Hihi...😝  So, akhirnya aku hibahkan ke anak temenku (loh kok malah jadi meracuni lip product ke anak kecil sih??) πŸ˜… Okay, jadi lip tint yang ada dibayanganku itu HARUS yang : Warnanya tetep cantik walaupun dipakai di bibir yang aslinya gak pink (gelap or pucet). Terkadang li...

Rapat Kerja 2022 : Ganti Kurikulum Lagi.

Tahun 2010 adalah pertama kalinya aku terjun ke dunia pendidikan. Yang mana, sepertinya ini pengalaman yang cukup langka (Khususnya pada saat itu). Lulusan Keperawatan jadi guru SMK? Setiap ditanya orang - orang.  "Kerja dimana?" "di SMK" "oh guru ya? guru apa?" "guru keperawatan" Setelah itu lanjutannya bisa panjang sekali, dengan kondisi orang yang bertanya kebingungan dan aku harus menjelaskan dengan sedetail-detailnya. πŸ˜… Singkat cerita, pertengahan tahun pelajaran 2014/2015 aku dipercaya untuk lebih mendalami mengenai Kurikulum Sekolah. Hal yang sangat baru untukku dan tentu saja asing dan tak terpikirkan aku akan mendapatkan kesempatan itu seumur hidupku. 😩 Selama aku mempelajari mengenai Kurikulum, saat itu baru saja diterapkan Kurikulum 2013, yang sebelumnya yaitu Kurikulum KTSP 2006.  Sejauh yang aku tahu, berganti Kurikulum merupakan suatu hal yang tantangannya sangat besar. Aku, yang sama sekali tidak mempunyai background pendidikan t...

Jakarta X Beauty 2022

Jakarta X Beauty adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Female Daily Network. Tahun 2022 ini adalah keempat kalinya Jakarta x Beauty diselenggarakan. Sempat vakum 2 tahun karena pandemi Covid 19, comeback nya JxB 2022 ini ternyata sangat diluar dugaan ramainya.  Aku sebagai salah satu pengunjung tetap JxB ini cukup dibuat terkejut dengan event JxB tahun ini, ya betul ini keempat kalinya aku hadir di JxB.  Aku ingat betul, tahun 2017 itu JxB pertama kalinya dilaksanakan. Saat itu, aku masih baru-barunya tertarik dengan dunia beauty. Masih baru-barunya juga kenal dengan Female Daily dan langsung jadi reviewer aktif di aplikasinya.  Saat itu, JxB tidak seramai sekarang, haha sangat jauh berbeda. Bahkan, boleh dibilang sepi, jika dibandingkan. Sepi dalam artian bukan sepi pengunjung, tetap ramai tapi stabil, kita bisa berkunjung ke booth booth tanpa berdesak-desakan karena ramai, bisa nyaman melihat-lihat dan foto-foto tanpa antri. πŸ˜… Tahun 2018, kedua kalinya aku ke ...